Kobe | Rubber Manufacture Indonesia

aspal karet

Aspal Karet: Meningkatkan Konsumsi Karet Alam dalam Negeri

Produksi karet alam di Indonesia merupakan kedua terbesar setelah Thailand. Saat ini produksi karet alam Indonesia sekitar 3,2-3,3 ton per tahun, 85% hasil karet mentah diekspor ke luar negeri dan sisanya menjadi konsumsi domestik industri-industri karet di Indonesia. Namun, sekarang-sekarang ini permintaan ekspor karet mentah Indonesia mengalami penurunan.Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk kembali menstabilkan harga karet dengan meningkatkan konsumsi domestik. Pada dasarnya bahan baku karet bisa dijadikan bermacam-macam benda mulai dari peralatan industri, barang rumah tangga, hingga jalan aspal. Salah satu upaya yang saat ini sedang dilakukan untuk menyerap produksi karet alam Indonesia adalah dengan aspal karet. 

 

Karet Alam Untuk Aspal

Aspal karet dibuat dengan proses modifikasi polimer di mana aspal dicampurkan dengan bahan polimer dalam dosis tertentu. Campurannya bisa dalam bentuk lateks vulkanisasi (cross-link), kompon karet, atau serbuk karet dari limbah ban bekas. Penambahan bahan campuran ini menjadikan aspal lebih elastis dan lebih lengket sehingga permukaan tidak mudah retak. Meskipun harganya 20% lebih mahal, tetapi memiliki tingkat durabilitas yang 1,5-2 kali lebih lama daripada aspal murni. 

 

Keunggulan 

Adapun keunggulannya sebagai berikut.

  1. Meningkatkan ketahanan aspal terhadap temperatur, dan campuran beraspal terhadap deformasi
  2. Mengurangi terjadinya pelepasan bulir
  3. Memanfaatkan modifier alam lokal
  4. Meningkatkan konsumsi karet alam dalam negeri

Baca Juga: Potensi Besar Industri Karet di Indonesia

Post a Comment